PT VinFast Automobile Indonesia resmi memulai fase produksi massal di fasilitas manufaktur Subang, Jawa Barat, pada akhir April 2026. CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemartoro, menyebutkan bahwa pabrik seluas 120 hektare tersebut kini fokus merakit model kemudi kanan untuk pasar domestik dan ekspor. Langkah ini menyusul keberhasilan uji coba teknis yang telah dilakukan secara bertahap sejak akhir tahun lalu.
Fasilitas produksi ini memiliki kapasitas terpasang hingga 50.000 unit kendaraan per tahun dengan nilai investasi awal mencapai 200 juta dolar AS. Model populer seperti VF 3 dan VF 5 menjadi lini utama yang diproduksi secara lokal guna memenuhi standar Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Perusahaan menargetkan peningkatan lokalisasi komponen baterai dan suku cadang hingga 60 persen pada periode mendatang.
Sementara itu, PT BYD Motor Indonesia juga telah mengoptimalkan operasional pabrik perakitan mereka di kawasan Subang Smartpolitan yang mulai beroperasi sejak Januari 2026. Fasilitas senilai 1 miliar dolar AS ini diproyeksikan mampu memproduksi 150.000 unit mobil listrik per tahun untuk memenuhi permintaan regional. Presiden Direktur BYD Indonesia, Eagle Zhao, menyatakan bahwa integrasi manufaktur lokal ini merupakan kunci untuk menekan waktu tunggu pengiriman unit ke konsumen.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa penguatan basis produksi di Subang ini akan menyerap sedikitnya 15.000 tenaga kerja baru secara langsung. Pemerintah terus mendorong percepatan ekosistem industri hijau melalui berbagai insentif fiskal bagi produsen yang melakukan lokalisasi penuh. Kehadiran pusat industri ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai hub otomotif listrik utama di wilayah Asia Tenggara.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), volume penjualan mobil listrik nasional terus menunjukkan pertumbuhan signifikan di kuartal pertama tahun 2026. Penurunan harga jual akibat efisiensi produksi lokal menjadi faktor utama meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan. Persaingan pasar kini didominasi oleh model-model rakitan dalam negeri yang menawarkan teknologi baterai terbaru dengan jarak tempuh lebih jauh.