Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengadakan pembicaraan telepon selama 90 menit dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu (29/4) untuk membahas usulan gencatan senjata di Ukraina. Trump mengusulkan penghentian pertempuran sementara guna memperingati hari kemenangan Perang Dunia II pada 9 Mei mendatang, di tengah perang yang kini telah memasuki tahun keempat.
Di front Timur Tengah, ketegangan antara blok AS-Israel dan Iran masih berada pada titik kritis meskipun gencatan senjata sementara telah diperpanjang. Data terbaru menunjukkan jumlah korban jiwa di Iran telah menembus 2.076 orang sejak konflik pecah pada Februari 2026, sementara Lebanon melaporkan 1.345 kematian akibat serangan udara Israel dan sekutu.
Krisis energi global semakin nyata setelah Iran mengancam akan memperluas blokade pelayaran dari Selat Hormuz hingga ke Selat Bab el-Mandeb. IMF melaporkan gangguan ini telah memangkas distribusi minyak dunia sebesar 13 persen dan gas alam cair (LNG) sebesar 20 persen, yang memicu lonjakan harga bahan bakar dan ancaman krisis pangan di berbagai negara.
Sementara itu, militer Ukraina terus melancarkan serangan drone jarak jauh yang mencapai wilayah Ekaterinburg, sekitar 1.700 kilometer di dalam teritorial Rusia. Serangan pada Sabtu (25/4) tersebut menghantam gedung pemukiman dan memaksa otoritas Rusia memberlakukan status darurat serta mengevakuasi sedikitnya 50 warga sipil dari zona terdampak.
Di tingkat diplomatik, Uni Eropa telah memberikan persetujuan awal untuk pinjaman bantuan militer sebesar 144 miliar dolar AS bagi Kyiv guna memperkuat sistem pertahanan udara. Namun, Kremlin melalui juru bicara Dmitry Peskov menegaskan bahwa operasi militer akan terus berlanjut selama Ukraina belum bersedia menyerahkan wilayah yang kini berada di bawah kendali Rusia.