Perang antara koalisi Amerika Serikat-Israel melawan Iran resmi memasuki hari ke-60 pada Rabu, 29 April 2026, tanpa tanda-tanda deeskalasi di lapangan. Presiden Donald Trump dilaporkan telah menginstruksikan para pembantunya untuk mempersiapkan blokade berkepanjangan terhadap Iran setelah negosiasi gencatan senjata menemui jalan buntu. Teheran secara tegas menolak proposal jeda kemanusiaan 48 jam dan menyatakan hanya akan berunding jika agresi militer dihentikan sepenuhnya.

Penutupan Selat Hormuz oleh militer Iran telah menyebabkan aktivitas pengiriman barang global merosot tajam hingga 95,3 persen menurut laporan terbaru PBB. Data pasar menunjukkan harga minyak mentah jenis Brent melonjak melewati angka 112 dolar AS per barel, memicu guncangan inflasi energi di seluruh dunia. Krisis logistik ini juga berdampak langsung pada pasokan pangan global yang mengalami kenaikan harga rata-rata sebesar enam persen dalam dua bulan terakhir.

Di dalam negeri Iran, situasi hak asasi manusia dilaporkan memburuk dengan eksekusi mati terhadap sedikitnya 21 orang sejak konflik bersenjata dimulai pada Februari lalu. Kantor Hak Asasi Manusia PBB mengungkapkan bahwa lebih dari 4.000 warga sipil telah ditahan atas tuduhan keamanan nasional terkait gelombang protes Januari 2026. Ketua Hak Asasi PBB, Volker Türk, mendesak Teheran untuk segera memberlakukan moratorium hukuman mati dan menjamin proses peradilan yang adil bagi para tahanan.

Dampak kemanusiaan meluas hingga ke Lebanon, di mana lebih dari 1,2 juta penduduk kini menghadapi ancaman kelaparan akut akibat blokade dan gangguan distribusi bantuan. Data medis mencatat total korban jiwa di Iran telah menembus 2.076 orang, sementara di Lebanon tercatat 1.345 kematian akibat serangan udara dan pertempuran darat. Meskipun terdapat kesepakatan gencatan senjata sementara di perbatasan Lebanon-Israel, insiden baku tembak sporadis masih terus dilaporkan oleh tim pemantau.

Ketegangan diplomatik turut meningkat setelah 26 kapal kargo milik Korea Selatan dengan 170 awak kapal dilaporkan terjebak di tengah blokade laut Selat Hormuz. Pemerintah Seoul telah mengirimkan utusan khusus ke Teheran guna menegosiasikan jalur aman bagi kapal-kapal komersial yang terisolasi tersebut. Sementara itu, Bank Dunia memperingatkan bahwa jika konflik berlanjut hingga akhir tahun, harga energi dunia diproyeksikan akan melonjak hingga 24 persen dari level saat ini.